Sebab - sebab hati mengeras

Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta�ala. An-Naar (neraka) adalah diciptakan untuk melunakkan qalbu yang keras. Qalbu yang paling jauh dari Allah adalah qalbu yang keras, dan jika qalbu sudah keras mata pun terasa gersang. Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan.

selengkapnya...

Tue, 19 Jan 2010 @08:05

TIPS & TRIK BISNIS PROPERTY SECARA SYARIAH

Alhamdulillahirobbil 'alamiin...

Selamat bergabung di komunitas CERDAS HATI . Semoga Allah merahmati dan memudahkan kita dalam mengamalkan ilmunya. Adalah kewajiban saya untuk  BERBAGI kepada Anda. Saya baru saja mendapatkan sebuah Panduan berbisnis property dengan sistem Syariah dari bapak Nashrullah. Dan kini saya juga akan memberikan semua ilmu spiritualpREneurship untuk membimbing Anda menuju kesuksesan sebagaimana yang diraih oleh para sahabat Rasulullah SAW.

Setelah tergabung dalam member spiritualpREneurship , Anda dapat mendownload seluruh materi yang saya janjikan di awal pada download Area. Ada juga beberapa bonus yang akan dikirimkan melalui kurir, hal ini dikarenakan keterbatasan ukuran di internet. Insya Allah paling lambat satu bulan sejak aktivasi ini, bonus kiriman tersebut akan sampai pada alamat Anda. Pastikan keakuratan alamat surat Anda agar paket dapat terkirim sempurna.


Silakan Anda mendaftar terlibih dahuliu DISINI , setelah itu Anda akan dapat mendownload produk utama beserta produk bonus lainnya di Download Area .



Jika anda ingin ikut serta dalam program bagi hasil (reseller program) spiritualpreneurship.com , silakan update data rekening anda , dan ikuti tata cara promosi yang saya anjurkan. Silakan klik Reseller Area , anda akan temui strategi praktis untuk berdakwah menyebarkan nilai-nilai spiritualpREneurship sekaligus mendapatkan penghasilan melalui reseller program spiritualpreneurship.com .


Jika anda sudah membaca, mereview atau menerapkan spiritualpREneurship , apapun pendapat anda, silakan isi Form Testimonial .


Untuk memperkaya wawasan dan aplikasi tentang bisnis properti muslim dan spiritualpREneurship ,  telah disiapkan kolom tutorial. Berisi tentang pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan para member dan dijawab dengan format tutorial .

Jika ada pertanyaan dan konsultasi properti islami maupun spiritualpREneurship silahkan kirim email ke email@spiritualpreneurship.com (pastikan ejaannya benar agar tidak direject), berikan tanda [Tutorial] pada subject email. Pastikan juga email yang dikirim adalah topik yang baru yang tidak termuat di halaman tutorial.


Seluruh email akan dijawab dan upload secara berkala ke halaman Tutorial ini. Gratis!!! . Semuanya diniatkan agar umat Islam segera berdaya. Selamat berjuang.


Selamat berjuang, semoga Allah merahmati.

SALAM BERKAH


A.H. Hanifudin
Owner cerdashati.com

Mon, 7 Dec 2009 @22:36

Mendeteksi Sehatnya Qalbu (Hati)

Qalbu yang sehat memiliki beberapa tanda, sebagaimana yang disebutkan oleh al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah di dalam kitab 'Ighatsatul Lahfan min Mashayid asy-Syaithan.Dan di antara tanda-tanda tersebut adalah mampu memilih segala sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kesembuhan. Dia tidak memilih hal-hal yang berbahaya serta menjadikan sakitnya qalbu. Sedangkan tanda qalbu yang sakit adalah sebaliknya. Santapan qalbu yang paling bermanfaat adalah keimanan dan obat yang paling manjur adalah al-Qur'an. Selain itu, qalbu yang sehat memiliki karakteristik sebagai berikut: 1.Mengembara ke Akhirat

selengkapnya...

Thu, 3 Dec 2009 @05:49

Pelatihan Intel - Q (Intelligensia Qalbu)

 

Pelatihan Intel - Q (Intelligensia Qalbu) adalah Spiritual Training yang memiliki konsep terpadu yang memadukan sentuhan motivasi dan sentuhan spiritual yang menyenangkan, menyejukkan dan mencerdaskan hati dengan meode Outbound Qalbu.

Ide dasar pengembangan Pelatihan  Intel - Q (Intelligensia Qalbu) melalui Outbound Qalbu, yaitu sebuah kenyataan bahwa kondisi masyarakat sekarang ini, cenderung mengalami "Kegelisahan" spiritual sehingga berupaya untuk menemukan ketenangan.

Sering kali kegelisahan dan kebimbangan tidak dapat diatasi hanya dengan kemampuan kecerdasan intelektual dan emosional, melainkan ada satu potensi yang lebih unggul di dalam diri setiap manusia yang seringkali belum sepenuhnya tergali yaitu Kecerdasan  Spiritual (Kecerdasan Qalbu).

Pelatihan Intel-Q (intelligensia Qalbu) , "terapi" spiritual yang bersifat aplikatif yang dikemas dengan bahasa komunikatif, adalah upaya mendekati manusia dari sisi yang paling mendasar melalui sentuhan qalbu dari hati ke hati, mengajarkan prinsip-prinsip dasar tujuan hidup manusia sebagai khalifah diatas bumi.

Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Kang Hanif : 085226215216

 

 

Wed, 18 Nov 2009 @09:32

Menjaga Hati, Lisan, Mata dan Telinga

 

 

Imam Al-Ghazali mengatakan, mereka yang selamat dalam Ramadhan jika berada dalam kategori khususul khusus atau al-Khawwas. Mereka menjaga telinga, mata, lisan, tangan dari maksiat

Hidayatullah.com-- Jika ada yang bertanya, sudah berapa kali anda berpuasa Ramadhan? Tentu kita bisa menjawabnya dengan mudah. Tapi jika pertanyaan itu diteruskan, apa hasil puasa anda selama itu? Terhadap pertanyaan tersebut, biasanya kita sulit menjawab. Mengapa? Dibandingkan dengan hikmah dan fadhilah yang ditawarkan Ramadhan, rasanya terlalu sedikit yang telah kita capai.

Revolusi kejiwaan yang semestinya terjadi setelah kita berpuasa sebulan penuh hingga puluhan kali Ramadhan masih juga belum kunjung tercapai. Yang terjadi justru hanyalah rutinitas tahunan: siang hari menahan diri dari lapar dan dahaga, selebihnya tidak terjadi apa-apa.

Imam Al-Ghazali mengelompokkan kaum Muslimin yang berpuasa dalam tiga kategori. Pertama , mereka yang dikelompokkan sebagai orang awam. Kelompok ini berpuasa tidak lebih dari sekadar menahan lapar, haus, dan hubungan seksual di siang hari Ramadhan. Sesuai dengan namanya, sebagian besar kaum Muslimin berada dalam kelompok ini.

Kedua adalah mereka yang selain menahan lapar, haus dan hubungan suami isteri di siang hari, mereka juga menjaga lisan, mata, telinga, hidung, dan anggota tubuh lainnya dari segala perbuatan maksiat dan sia-sia. Mereka menjaga lisannya dari berkata bohong, kotor, kasar, dan segala perkataan yang bisa menyakiti hati orang. Mereka juga menjaga lisannya dari perbuatan tercela lainnya, seperti ghibah , mengadu domba, dan memfitnah. Mereka hanya berkata yang baik dan benar atau diam saja.

Hati Sebagai Perangkat Mengenal Pengetahuan yang Haq dan Hikmah

Semakin kita mengenal perangkat yang sangat menakjubkan ini, semakin membuat kita sadar betapa Rahmat Allah meliputi segala sesuatu.

Rahmat-Nya yang kemudian menjadikan setiap manusia memiliki kedudukan yang berada di atas kedudukan makhluk semesta mana pun juga, dan tentunya kemuliaan ini yang kemudian menuntut setiap manusia itu sendiri membangun rasa syukurnya dengan berjuang memanfaatkan perangkat ini terutama perangkat hati sebagai alat untuk mengenal pengetahuan yang Haq dan hikmah.

Kita semua telah paham betapa masyarakat modern sekarang telah mengalami sebuah kondisi yang terus berkembang pesat terutama mengenai pesatnya ilmu pengetahuan yang semakin kompleks semakin rumit, demikian pula kompleksitas dan kerumitan memasuki area pengetahuan agama.

Setiap orang senantiasa menemukan hal yang baru dalam kehidupan keberagamaannya walaupun keberagamaan seseorang sebenarnya tidak terlepas jauh dari kehidupannya itu sendiri. Tanpa disadari oleh kebanyakan orang, keberagamaan seseorang itu sebenarnya diukur oleh apa yang melatarbelakangi kehidupan kesehariannya, karena memang demikia adanya bagaimana Rasulullah telah merintis itu semua pada awal pembentukan generasi Ilahi di tanah madinah suci itu.

Menjadikan kehidupan dan keberagamaan adalah satu adanya. Karena agama tidak bisa dibatasi oleh ibadah-ibadah ritual belaka, namun agama mencakup seluruh aspek kehidupan sejak manusia dilahirkan hingga akhir kehidupannya kelak. Karena itulah berharga sekali bagi seseorang yang kemudian membangun tingkat kritisnya terhadap persoalan kesehariannya tersebut yang itu semua membentuk pola hidupnya, membentuk pula pola keberaga-maannya.

Karena itu menjadi hal yang lumrah jika seseorang yang memiliki tingkat kritis tertentu kemudian mencoba mencari makna dalam setiap kesehariannya yang dia jalankan baik itu menyangkut khusus tentang ibadah-ibdah ritual yang biasa dia lakukan atau lebih luas lagi menyangkut pemaknaan hidup yang dia anggap jauh lebih mendasar baginya.

Upaya memaknai hidup atau memaknai ibadah keseharian tentu bukan perkara yang sederhana, karena semakin kritis seseorang maka akan semakin banyak pula pertanyaan yang sering terajukan dalam benak pikirannya. Semakin banyak pertanyaan maka semakin berat pula upaya orang tersebut dalam menemukan maknanya.

Dan bersyukur seseorang yang kemudian dapat berinteraksi dengan orang yang dianggap lebih paham tentang makna hidup dan makna keber-agamaan, namun bagi sebagian lain yang tidak ada kesempatan untuk bertanya, tentu logika berpikirnya akanterpacu untuk juga turut mencari makna demi makna, menemukan pengetahuan demi pengetahuan baik lewat buku, lewat media maya seperti internet dan lainnya, hingga pertanyaan demi pertanyaan itu akhirnya terungkap jawabannya.

Namun persoalan kemudian yang akan timbul adalah, seberapa jauh kebenaran dari semua pengetahuan yang dia peroleh? Apakah sesuatu yang benar menurut logikanya juga benar adanya menurut Sang Pencipta Kebenaran? Apakah ukuran kebenaran juga bergantung dari bagaimana masyarakat saat itu menilai sebuah hal itu benar dan lainnya salah? Tentu saja menemukan sebuah kesadaran baru bahwa sang penentu kebenaran adalah Dia Ta’ala semata itu bukan perkara mudah, sebagaimana tidak mudahnya membangun kesadaran bahwa logika pikiran jasadiah manusia seringkali menjebak dirinya yang seolah itu sebuah kebenaran akan tetapi kebenaran yang disepakati oleh syahwatnya atau hawa nafsunya.

Karena itu betapa Allah kemudian membuat sebuah mekanisme yang brilian bagaimana caranya agar langkah hidup manusia tidak terbiaskan dalam penemuan pengetahuan yang benar itu dengan menggunakan alat ukur pengetahuan yang khusus pula. Tidak sekedar mengandalkan akal pikiran belaka yang rentan dengan banyak pendapat tapi cenderung membingungkan, tapi dengan melibatkan perangkat super canggih yang telah Allah anugerahkan yaitu apa lagi kalau bukan perangkat hati!

Hanya dengan hati lah, maka seluruh keragaman pengetahuan yang dia peroleh akan mengalami semacam penyeleksian secara super ketat, semua akan diukur dan disaring dengan cermat, karena hati adalah perangkat alam malakut yang kemampuan menemukan kebenarannya jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan perangkat komputer secanggih apa pun.

Hati tidak sekedar menyerap dan menyaring pengetahuan yang benar tapi juga hati memiliki kemampuan hebat mengungkap hikmah, atau pengetahuan batin dibalik kehebatan pengetahuan lahiriyah. Tentang mekanismenya mari kita berguru kepada Syaikh sufi besar Hakim at-Turmudzi tentang persoalan ini:

”Di atas golongan orang-orang yang sekedar memperdalam pengetahuan agama, ada golongan lain yang derajatnya lebih tinggi, yaitu orang yang menyeru kepada Allah dan mensucikan-Nya.
Mereka memahami segala sesuatu dengan hati, sehingga sanggup menangkap makna-makna di balik bentuknya. Mereka tahu bahwa yang dicari bukanlah bentuk luar, melainkan makna batin yang lebih dalam di balik bentuk luar.

Makna-makna itu hanya bisa ditangkap dengan hati. Ketika mereka sanggup menyelami makna-makna terdalam segala sesuatu, maka mereka ikut terlibat dalam makna-makna itu. Diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, ”Setiap ayat mempunyai ( bentuk) lahir dan (makna) batin. Setiap huruf mempunyai batas akhir dan awal permulaan.” (HR Ibnu Hambali, Malik, Nasai dan al-Turmudzi)

Ketika mereka sanggup menyelami makna batin lewat pengamatan hati dan ikut terlibat di dalamnya, maka pengamatan dan keterlibatan itu disebut bashirah, yaitu bashirah an-nafs (pengamatan jiwa). Pengamatan langsung dan keterlibatan itu hanya bisa terjadi jika tabir penghalang, yaitu hawa nafsu telah terangkat.
Ketika jiwa telah melepaskan diri dari belenggu hawa nafsu, bayang-bayangnya masih saja menghantuinya. Namun jika mereka sanggup menyelami makna batin lewat pengamatan hati dan ikut terlibat di dalamnya, semua tabir penghalang itu akan musnah, baik tabir yang tipis maupun yang tebal. Dan ketika mereka telah khusyuk dengan Allah, hati mereka melambung ke alam malakut dan hikmah tertinggi dibukakan bagi mereka.

Ada dua jenis ilmu, seperti ada dua jenis hikmah. Masing-masing jenis mempunyai banyak macam. Sebagaimana ada banyak macam ilmu, hikmah pun banyak macamnya. Nabi Saw bersabda, ”Setiap ayat mempunyai (bentuk) lahir dan (makna) batin.” Pengetahuan tentang lahir ayat dinamai ilmu, sedangkan pengetahuan tentang batin ayat disebut hikmah.

Allah Swt berfirman,
…. ”Dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan al-Hikmah.” (QS 3: 164) dan (QS 62:2).

Al-Kitab dalam ayat itu adalah makna lahir Alquran, sedangkan al-Hikmah adalah makna batinnya, yaitu yang biasa disebut hikmahnya hikmah (hikmah al-hikmah) atau hikmah tertinggi (hikmah al-ulya). Ketika Allah memberi mereka hikmah tertinggi, mereka dapat melihat langsung apa yang ada di alam malakut dengan pandangan hati mereka. Penglihatan hati secara langsung itu kemudian menjadi bashirah (hujjah yang nyata) bagi jiwa. Itulah yang dimaksud oleh ayat,

”Katakanlah: Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kalian kepada jalan Allah dengan hujjah yang nyata.” ( QS 12: 108 )

Bashirah hanya dimiliki oleh para pengikut Muhammad Saw, yakni orang yang berjalan dengan hati mereka menuju Allah, seraya mengikuti jalan Nabi Saw. Merekalah para pengikut sejatinya. Mereka adalah para khalifah di bumi yang telah dipilih oleh Allah untuk berjalan menuju-Nya, setelah meninggalkan hawa nafsu mereka, dan terus berjuang mengalahkan bayang-bayang hawa nafsu. Allah Swt berfirman,

”Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kalian sebagai khalifah di bumi?” (QS 27:62)

Maksud kata as-suu`i dalam ayat itu adalah tabir penghalang seperti yang telah kami jelaskan, yang akan tersingkap jika mereka sanggup menyelami makna batin sesuatu (ilmu) lewat pengamatan hati, dan mereka ikut terlibat di dalamnya. Sedangkan maksud kata khulafaa al-ardh adalah para khalifah Rasul, yaitu orang yang mengikuti dan mengamalkan sunnahnya, serta para wali, yaitu orang yang mendapatkan petunjuk Allah karena mereka kembali ke jalan-Nya.

Demikanlah Allah telah memberikan sebuah anugerah tak terhingga dahsyatnya, tak terelakan fungsi utamanya, demi memenuhi sebuah kerinduan Allah, tatkal kebenaran terungkap, tatkala ke-Maha Segala-an Dia Ta’ala dan khazanah Ilahi lainnya pun terjabarkan, tersingkapkan, tersaksikan, dimana manusia-manusia pilihan Allah yang layak mendapatkan kecintaan-Nya, mereka semua berjuang agar dapat mempersaksikan semua khazanah itu. Ke hadapan alam semesta ini. Ke hadapan para manusia lain khususnya sehingga tatkala orang lai pun akhirnya mengenal Allah, akhirnya hal itu yang membuat alam semesta ini pun tunduk seluruhnya pada kententuan Allah dan segala kehendak Dia lainnya. Semua itu di awali dengan sebuah kemuliaan apa yang ada dalam diri manusia itu sendiri. Kemuliaan hati apabila manusia itu sendiri memanfaatkannya, dan menggali seluruh potensi dahsyatnya.

Berikut ini sebuah hadis Qudsi Rasullullah mengajak kita untuk merenung menggali diri dan merenungi apa yang seharusnya kita lakukan:

Rasulullah bersabda, Allah Azza wa Jalla berfirman,
”Wahai Manusia! Telah datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu dan obat bagi hati. Lalu mengapa engkau tidak sudi berbuat baik kecuali pada orang yang berbuat baik kepadamu, tidak mau menyambung tali silaturahim kecuali kepada orang yang mengunjungimu, tidak mau bercakap-cakap kecuali kepada orang yang mau bicara padamu, tidak mau memberi makan selain pada orang yang memberi makan kepadamu dan tidak mau menghormati selain kepada orang yang menghormatimu?

Tada keutamaan bagi seseorang yang merasa lebih utama daripada orang lain.

Seorang Mukmin adalah orang yang beriman pada Allah dan Rasul-Nya, yang tetap berbuat baik terhadap orang yang melakukan keburukan kepadanya, menyambung tali silaturahim pada orang yang memutus ikatan tali silaturahim, mengampuni orang yang berbuat salah kepadanya, memenuhi janji pada orang yang mengkhianatinya, tetap mau berbicara dengan orang yang tidak mau akur pada dirinya, tetap menghormati orang yang merendahkannya.

Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui pada semua perbuatanmu…”
Wahai saudaraku tercinta, yakinilah bahwa hanya dengan kebersihan hati dan kemurniannya lah, maka semua pintu keberkahan, pintu perlindungan, pintu keterbukaan jalan, dan pintu bimbingan akan terbuka lebar. Ketahuilah dan sadarilah bahwa segala jenis ketertutupan, penderitaan hidup, ketidak nyamanan dalam menghadapi setiap ujian seluruhnya bersumber dari ketertutupan dan ketidak murnian hati itu sendiri. Tatkala hati bersih dan bercahaya oleh iman, maka sang hati inilah yang akan menuntun setiap manusia untuk bersikap sesuai dengan apa yang Allah kehendaki, yaitu sabar atas segala ujian dan kesulitan yang menimpanya dan senantiasa bersyukur atas setiap anugerah dan kenikmatan yang dia rasakan.

Seluruh sikap hati yang baik, seperti syukur, ridla, tawakkal, sabar, kejujuran, kelapangan dada dan kebaikan lainnya tentu bersumber dari kemurnian hati dan pancaran cahaya keimanannya, sedangkan apabila hati gelap, terdinding oleh hijab dosa, maka yang terjadi adalah terpancarnya seluruh sifat-sifat buruk, seperti keangkuhan, keluh kesah, kebanggaan diri, kedengkian dan lainnya.

DIAMBIL DARI : http://addaani2008.wordpress.com/2008/07/16/hati-sebagai-perangkat-mengenal-pengetahuan-yang-haq-dan-hikmah/#more-17

Thu, 29 Oct 2009 @06:58

I F F A H (MEMELIHARA DIRI)


Iffah adalah usaha memelihara dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak halal, makruh dan tercela.
Hal-hal yang dapat menumbuhkan iffah antara lain :

Pertama: Iman dan Taqwa

Inilah asas yang paling fundamental di dalam memelihara diri dari segala hal yang tercela. Jiwa yang terpateri oleh iman dan taqwa merupakan modal yang paling utama untuk membentengi diri dari hal-hal yang dibenci oleh Allah dan RasulNya. Allah membrikan jaminan kepada orang-orang yang amal solehnya didasari oleh iman dengan kehidupan yang baik, "Barang siapa mengerjakan amal soleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia orang beriman, maka sesungguhnya kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan" (An Nahl: 97)

Lalu terhadap orang beriman yang taqwa Allah mmberikan AlFurqan, yaitu petunjuk yang dapat membedakan antara Al Haq dengan Al Bathil. "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu Al Furqan dan menghapuskan segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu." (Al Anfal: 29)

Dan manakala iman dan taqwa dalam jiwa seorang muslim telah rapuh, maka itulah pertanda mudahnya dirinya terjebak dalam kesesatan dan perbuatan tercela. Maka memelihara dan memupuk iman ini merupakan kewajiban yang harus mendapatkan prioritas utama.

Kedua: Nikah

Inilah salah satu rambu jalan yang jelas menuju kesucian diri. Bahkan nikah adalah sarana yang paling baik dan paling afdhol untuk menumbuhkan sikap iffah pada diri seorang muslim. Nikah adalah sesuatu yang fithri pada diri seorang muslim, di mana padanya Allah menjadikan rasa cinta serta kasih sayang dan kedamaian. "Dan di antara kekuasaanNya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa cinta dan kasih sayang." (Ar Rum: 21).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda: "
"Hai para pemuda, barang siapa di antara kamu yang telah mampu untuk menikah, maka hendaklah ia menikah, karena hal itu lebih (dapat) menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan, dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena itu dapat mengobatinya." (Muttafaq Alaih)

Dalam hadits lain beliau bersabda:
"Apabila seorang hamba telah menikah, maka ia telah menyempurnakan setengah agamanya, maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah padayang setengah lagi." (HR. Al Baihaqy, shohih)

Ayat dan hadits-hadits tadi merupakan nash-nash yang jelas mendorong untuk nikah, di mana ketenteraman hati, cinta dan kasih sayang dapat diraih oleh seorang muslim. Dan yang lebih utama lagi adalah bahwa nikah merupakan sarana yang dapat memelihara pandangan dan kehormatan diri seetiap muslim.

Ketiga: Rasa Malu

Malu adalah akhlak indah dan terpuji. Malu adalah sifat yang sempurna dan perhiasan yang anggun. Terlebih indah jika malu ini menghiasi seorang muslimah. Sifat malu selalu tumbuh dalam sikap yang baik dan memadamkan keinginan untuk berbuat tercela. Allah telah mentakdirkan sifat malu ini hanya ada pada manusia untuk membedakannya dengan hewan. Malu adalah potret pribadi yang agung dan terpuji. Tentang keutamaan malu ini Rasulullah Shallalhu Alaihi wa Sallam bersabda:
"Malu dan iman adalah bersaudara, maka jika salah satu dari keduanya itu dicabut, tercabut pulalah yang lainnya." (HR. Al Hakim, shohih)
"Sesungguhnya setiap agama itu mempunyai akhlak, dan akhlak Islam adalah rasa malu." (HR. Malik, Ibnu Majah, Al Hakim, shohih) [alsofwah]

untuk membaca artikel aslinya klik : http://www.kajianislam.net/modules/smartsection/item.php?itemid=450

Thu, 15 Oct 2009 @08:34

AKHIRNYA DATANG JUGA

Ada saat berjumpa, ada`saat berpisah. Ya meskipun berat terasa, namun mau tidak mau waktu terus kian berjalan meninggalakan kita. Sebulan yang lalu kita baru memulai menjalankan Ibadah Shoum Romadhon , Kini ia pergi meninggalkan begitu saja tanpa melalui proses diskusi , atau bahkan  kompromi.Ya akhirnya datang juga hari kemenangan itu. Namun aku tak tahu apakah aku termasuk menjadi golongan orang yang menang atau tidak. Namun harapan itu selalu ada. Kalau hari ini belum dapat mendapatkannya, maka aku berharap bahwa Engkau masih memberikan waktu kepada ku untuk bertemu dengan bulan Romadhon. Ya Allah, berikan waktu kepadaku untuk dapat bertemu dengannya lagi.
Akhirnya , semoga optimalisasi kita di bulan Romadhon dapat menjadi amalan terbaik yang kian dapat menjadikan kita termasuk golongan orang - orang yang bertaqwa.
Selamat Iduk Fitri 1430 H . Taqobbalallahu minna wa minkum, minal 'aidzin wal faizin . Mohon maaf`lahir dan bathin.
Semoga amalan ibadah kita di bulan Romadhon mendapat balasan dari Allah SWT.
Kullu 'Aam wa antum bikhoirin.
Teriring juga untaian kata maaf dari saya kepada Anda, yang mengenal maupun yang baru kenal. atau yang tidak kenal juga saya ucapkan mohon maaf yang sedalam-dalamnya, baik yang di sengaja maupun tidak. Lahir dan Bathin.

Pemalang, 1 Syawal 1430 H

 

 

Abdul Haris Hanifudin

Tue, 15 Sep 2009 @05:50

KEUTAMAAN SHALAT SUBUH

" Penelitian mutakhir membuktikan, shalat subuh bisa menjadi terapi berbagai penyakit. Selain menghilangkan kemalasan dan menyegarkan badan, shalat yang dianggap berat oleh orang munafik ini juga dapat melancarkan peredaran darah pasca tidur. Tak hanya itu, langkah kaki ke masjid ternyata dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mengganti sel-sel rusak, memperbaiki kinerja jantung dan meningkatkan kemampuan otak," demikian antara lain tulis Syah Adnan Tharsyah dalam buku 'Hidup Sehat dengan Shalat Subuh.'

Begitu utamanya waktu subuh dan menghadiri shalat subuh berjemaah, sampai- sampai Rasulullah SAW berdoa, kurang lebih "Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun subuh." Dan dalam hadis lain beliau SAW memberi jaminan dengan sabdanya: " Berpagi-pagilah kamu dalam mencari rezeki dan segala keperluan / hajat karena sesungguhnya di pagi hari itulah terdapat barakah dan keuntungan."

Shalat di negara China

Lukman Nul Hakim, ahli hikmah yang namanya dicantumkan dalam Al Quran pernah berpesan kepada anaknya, "Wahai anakku, janganlah kamu lebih bodoh dari ayam jantan. Ditengah malam, ia berkokok untuk membangunkan orang, sementara kamu tetap tertidur lelap." Sungguh beralasan kalau 'Imad'Ali'Abdus Sami' Husain mengungkapkan rasa keprihatinannya, "Sungguh, masjid-masjid di seluruh penjuru dunia ini merintih pedih dan mengeluh kepada Allah karena dijauhi oleh mayoritas kaum muslimin ketika salat subuh tengah dilaksanakan. Kalau bukan karena ketentuan Allah bahwa benda-benda mati itu tidak bisa bicara, tentu manusia dapat mendengar suara rintihan dan gemuruh tangis masjid-masjid itu mengadu kepada Robbnya Yang Agung " (Buku Keajaiban Sholat Subuh)."

Shalat subuh menjadi salah satu ujian terberat bagi umat Islam. Karena menurut fakta di lapangan, mayoritas kaum muslimin saat ini seringkali tak berdaya untuk mengibaskan 'debu -debu' kantuk yang menaburi mata keimanan dan mata jasad mereka, sehingga mata mereka seakan-akan terus saja terkatup, walaupun menara-menara azdan sampai serak suaranya dan mihrab-mihrab masjid berurai air matanya, memanggil-manggil , dimanakah orang-orang yang shalat subuh?" kilah Syaikh Nada Abu Ahmad dalam buku Rahasia Sholat Subuh. Padahal dalam adzan subuh itu telah ditambahkan satu kalimat khusus "Shalat lebih baik dari pada tidur - Shalat lebih baik dari pada tidur."

Shalat di sebuah stasiun kereta di Eropa

Dan Rasulullah SAW menjamin, "Barangsiapa yang melaksanakan shalat Isya secara berjamaah, maka ia seperti salat malam separoh malam. Dan barang siapa yang melaksanakan shalat subuh secara berjamaah, maka ia seperti shalat malam satu malam penuh" ( HR.Muslim ). Mau tahu keutamaan shalat sunat sebelum shalat fardhu subuh? Nabi SAW menegaskan, "Shalat sunat dua rakaat sebelum shalat subuh lebih baik dari seluruh dunia dan isinya." Diriwayatkan dari Sayyidina Aisyah RA, beliau berkata, "Tidak ada shalat sunnah yang lebih diperhatikan Rasulullah SAW selain shalat sunnah sebelum subuh." ( HR.Bukhari ). Nah, pahala shalat sunat sebelum subuh saja sudah begitu besar, apalagi shalat fardhu subuhnya bukan ?

" Penelitian mutakhir membuktikan, shalat subuh bisa menjadi terapi berbagai penyakit. Selain menghilangkan kemalasan dan menyegarkan badan, shalat yang dianggap berat oleh orang munafik ini juga dapat melancarkan peredaran darah pasca tidur. Tak hanya itu, langkah kaki ke masjid ternyata dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mengganti sel-sel rusak, memperbaiki kinerja jantung dan meningkatkan kemampuan otak," demikian antara lain tulis Syah Adnan Tharsyah dalam buku 'Hidup Sehat dengan Shalat Subuh.'

Shalat didampingi petugas polisi di Inggris

Betapa dahsyatnya keutamaan orang yang menghadiri shalat subuh di masjid tertuang dalam hadis Rasulullah SAW "Berilah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan malam menuju masjid bahwa mereka akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari kiamat" (HR. Abu Daud dan Turmuzi). "Shalat subuh menempati posisi yang sangat penting dan dimuliakan di hadapan Allah SWT. Itulah sebabnya kenapa Al Quran merasa perlu untuk menyebut shalat subuh secara tersendiri. Di dalamnya tersimpan kebeningan, kedamaian dan kemuliaan siapa saja yang sanggup menegakkannya dengan sempurna. Sesungguhnya Shalat Fajar (shalat subuh) itu disaksikan (oleh malaikat) QS. Al Isra 78," tutur Abu Ahmad Al Manshuri dalam buku Mu jizat Shalat Fajar.

"Di balik pelaksanaan dua rakaat di ambang fajar, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Banyak permasalahan yang bila dirunut, bersumber dari pelaksanaan shalat subuh yang disepelekan. Itulah sebabnya para sahabat Nabi berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu. Pernah, suatu ketika mereka terlambat shalat subuh dalam penaklukkan benteng Tastar, " Tragedi " ini membuat sahabat semisal Anas bin Malik selalu menangis bila mengenangnya. Yang menarik, subuh ternyata juga menjadi waktu peralihan dari era jahiliyah menuju era tauhid. Kaum 'Ad, Tsamud, dan kaum pendurhaka lainnya dilibas petaka pada waktu subuh, yang menandai berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid." ( Buku Dr.Raghib As-Sirjani ).

Memang shalat subuh merupakan standar nilai sebuah umat. Umat yang lalai akan subuh berjamaah, adalah umat yang tidak berhak mendapat kejayaan (berkah), akan tetapi berhak untuk diganti dengan yang lain. Umat yang menjaga shalat subuh secara berjemaah adalah umat yang berhak untuk tegak kokoh di muka bumi. Wallahualam .

SUMBER : teddyruhuljadid.blogspot.com/

Wed, 2 Sep 2009 @06:15

Sebaik - baik manusia

Ternyata, derajat kemuliaan seseorang dapat dilihat dari sejauh mana dirinya punya nilai mamfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda, "Khairunnas anfa’uhum linnas", "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak mamfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)

            Hadits ini seakan-akan mengatakan bahwa jikalau ingin mengukur sejauh mana derajat kemuliaan akhlak kita, maka ukurlah sejauh mana nilai mamfaat diri ini? Istilah Emha Ainun Nadjib-nya, tanyakanlah pada diri ini apakah kita ini manusia wajib, sunat, mubah, makruh, atau malah manusia haram?

            Apa itu manusia wajib? Manusia wajib ditandai jikalau keberadannya sangat dirindukan, sangat bermamfat, perilakunya membuat hati orang di sekitarnya tercuri. Tanda-tanda yang nampak dari seorang manusia wajib, diantaranya dia seorang pemalu, jarang mengganggu orang lain sehingga orang lain merasa aman darinya. Perilaku kesehariannya lebih banyak kebaikannya. Ucapannya senantiasa terpelihara, ia hemat betul kata-katanya, sehingga lebih banyak berbuat daripada berbicara. Sedikit kesalahannya, tidak suka mencampuri yang bukan urusannya, dan sangat nikmat kalau berbuat kebaikan. Hari-harinya tidak lepas dari menjaga silaturahmi, sikapnya penuh wibawa, penyabar, selalu berterima kasih, penyantun, lemah lembut, bisa menahan dan mengendalikan diri, serta penuh kasih sayang.

            Bukan kebiasaan bagi yang akhlaknya baik itu perilaku melaknat, memaki-maki, memfitnah, menggunjing, bersikap tergesa-gesa, dengki, bakhil, ataupun menghasut. Justru ia selalu berwajah cerah, ramah tamah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan marahnya pun karena Allah SWT, subhanallaah, demikian indah hidupnya.

            Karenanya, siapapun di dekatnya pastilah akan tercuri hatinya. Kata-katanya akan senantiasa terngiang-ngiang. Keramahannya pun benar-benar menjadi penyejuk bagi hati yang sedang membara. Jikalau saja orang yang berakhlak mulia ini tidak ada, maka siapapun akan merasa kehilangan, akan terasa ada sesuatu yang kosong di rongga qolbu ini. Orang yang wajib, adanya pasti penuh mamfaat. Begitulah kurang lebih perwujudan akhlak yang baik, dan ternyata ia hanya akan lahir dari semburat kepribadian yang baik pula.

            Orang yang sunah , keberadaannya bermamfaat, tetapi kalau pun tidak ada tidak tercuri hati kita. Tidak ada rongga kosong akibat rasa kehilangan. Hal ini terjadi mungkin karena kedalaman dan ketulusan amalnya belum dari lubuk hati yang paling dalam. Karena hati akan tersentuh oleh hati lagi. Seperti halnya kalau kita berjumpa dengan orang yang berhati tulus, perilakunya benar-benar akan meresap masuk ke rongga qolbu siapapun.

            Orang yang mubah , ada tidak adanya tidak berpengaruh. Di kantor kerja atau bolos sama saja. Seorang pemuda yang ketika ada di rumah keadaan menjadi berantakan, dan kalau tidak adapun tetap berantakan. Inilah pemuda yang mubah. Ada dan tiadanya tidak membawa mamfaat, tidak juga membawa mudharat.

            Adapun orang yang makruh , keberadannya justru membawa mudharat. Kalau dia tidak ada, tidak berpengaruh. Artinya kalau dia datang ke suatu tempat maka orang merasa bosan atau tidak senang. Misalnya, ada seorang ayah sebelum pulang dari kantor suasana rumah sangat tenang, tetapi ketika klakson dibunyikan tanda sang ayah sudah datang, anak-anak malah lari ke tetangga, ibu cemas, dan pembantu pun sangat gelisah. Inilah seorang ayah yang keberadaannya menimbulkan masalah.

            Lain lagi dengan orang bertipe haram , keberadaannya malah dianggap menjadi musibah, sedangkan ketiadaannya justru disyukuri. Jika dia pergi ke kantor, perlengkapan kantor pada hilang, maka ketika orang ini dipecat semua karyawan yang ada malah mensyukurinya.

            Masya Allah, tidak ada salahnya kita merenung sejenak, tanyakan pada diri ini apakah kita ini anak yang menguntungkan orang tua atau hanya jadi benalu saja? Masyarakat merasa mendapat mamfaat tidak dengan kehadiran kita? Adanya kita di masyarakat sebagai manusia apa, wajib, sunah, mubah, makruh, atau haram? Kenapa tiap kita masuk ruangan teman-teman malah pada menjauhi, apakah karena perilaku sombong kita?

            Kepada ibu-ibu, hendaknya tanyakan pada diri masing-masing, apakah anak-anak kita sudah merasa bangga punya ibu seperti kita? Punya mamfaat tidak kita ini? Bagi ayah cobalah mengukur diri, saya ini seorang ayah atau gladiator? Saya ini seorang pejabat atau seorang penjahat? Kepada para mubaligh, harus bertanya, benarkah kita menyampaikan kebenaran atau hanya mencari penghargaan dan popularitas saja?

 

(Sumber : Tabloid MQ EDISI 01/TH.II/MEI 2001)

 

 

Tue, 1 Sep 2009 @14:45

HATI HATI DENGAN HATI

Hati adalah raja dalam diri setiap manusia. Ya , sepertinya itu yang dapat saya simpulkan dari sebuah pengertian bahwa dalam diri setiap manusia ada satu dzat, yang ketika ia baik, maka baik pulalah seluruh ( kepribadiannya ) dan jika ia buruk, maka buruk pulalah ia. dan tahukah anda, bahwa zat, atau segumpal daging itu adalah hati.

selengkapnya...

Fri, 26 Jun 2009 @06:40

HATI

image

Saya membuka wikipedia untuk sekadar tau, apa sih yang di maksud hati menurut wikipedia? Selama ini kita seringkali bermasalah dengan HATI. Ada - ada saja masalahnya, dari mulai remaja, hingga orang dewasa sekalipun. Bagi para remaja, biasanya HATI seringkali menjadi masalah manakala terjadi sesuatu dengan pasangannya. Bagi orang dewasa,bahkan mungkin juga terjadi pada remaja, seringkali HATI mengusik ketenangan jiwa.Macam saja caranya HATI kita di buat tidak tenang jadinya. Ya, oleh sebab itulah, kita juga mengenal istilah SAKIT HATI dalam dua DIMESI. DIMESI MEDIS dan DIMENSI SPIRITUAL. Blog ini akan berusaha mencantumkan bahasan tentang bagaimana kita mengolah, memelihara, serta mengarahkan HATI kita menuju kepada sesuatu yang dapat membuat IA dapat berlabuh ke tempat yang sesuangguhnya ia harapkan.

selengkapnya...

Sun, 21 Jun 2009 @16:29

Kenapa Harus Sitekno

Banyak cara yang bisa digunakan untuk meraup keuntungan lewat internet, disini kita akan bahas strateginya yaitu anda harus memiliki situs web sebagai media untuk meraih keuntungan, dengan situs web anda bisa memasarkan produk atau jasa anda dimanapun dan kapanpun selama komputer anda tersambung dengan internet.

selengkapnya...

Tue, 2 Jun 2009 @06:37

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

FAVLINK


Masukkan Code ini K1-YE483F-F
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

 

 


Produk SMART Telecom

Google Translate

LINK

Pengunjung WEB ini
SLINK